JAKARTATERKINI.ID - Sebanyak 23 sanggar di Kepulauan Seribu telah resmi menjadi bagian dari ekosistem Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, khususnya melalui situs dinaskebudayaan.jakarta.go.id.
Baca juga : Pemkot Bandung: Jalan Layang Ciroyom Siap Dilewati Mulai 23 Oktober
Triyadi Purnomo, Kepala Seksi Pembinaan dan Pemanfaatan Suku Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu, mengungkapkan bahwa sanggar-sanggar tersebut terdiri dari 19 sanggar seni musik, dua seni tari, satu seni bela diri, dan satu sanggar seni sinematografi.
"Pendaftaran terus dibuka untuk masyarakat Kepulauan Seribu yang memiliki bakat dan kreativitas," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sanggar Seribu Ceria, salah satu yang telah mendaftar, terdaftar dalam kategori sanggar produksi sinematografi
Baca juga : PT KAI Daop 5 Purwokerto Antisipasi Gangguan Jalur KA Akibat Bencana Hidrometeorologi
Sanggar Seribu Ceria, yang berdiri sejak 2011, memiliki kekhasan dalam penggunaan dialek lokal Kepulauan Seribu atau yang dikenal sebagai bahasa pulo.
Selain fokus pada sinematografi, sanggar ini juga aktif dalam kegiatan seperti pencak silat, tari, dan musik Islami.
Bagikan