JT - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengumumkan bahwa teknologi Optical Character Recognition (OCR) yang digunakan untuk mengekstrak teks dari gambar pada Formulir Model C1-Plano atau catatan hasil penghitungan suara Pemilu 2024 di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) telah berhasil diperbaiki.
"Telah terjadi perbaikan, terutama pada OCR untuk mengatasi masalah pada hasil C, yang merupakan hasil konversi dari gambar ke angka," ungkap Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, di Kantor KPU RI, Jakarta, pada hari Senin.
Baca juga : Andra Soni-Dimyati Unggul di Quick Count Pilkada Banten, Tangerang Raya Jadi Lumbung Suara
Bagja menambahkan bahwa perbaikan teknologi tersebut telah dilakukan selama sekitar dua hingga tiga hari terakhir.
Meskipun begitu, Bagja menegaskan bahwa proses rekapitulasi manual secara bertahap tidak boleh dihentikan. Proses tersebut harus terus berlanjut hingga selesai.
"Mengapa harus berhenti sekarang? Karena Bawaslu provinsi belum dilantik, dan jadwalnya tanggal enam atau tujuh, jika tidak salah," jelasnya.
Baca juga : Eks Ketua DKPP: Lobi-Lobi oleh Penyelenggara Pemilu Termasuk Pelanggaran Kode Etik Berat
Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Idham Holik, menegaskan bahwa tidak terjadi penggelembungan suara terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Tidak ada penggelembungan suara yang terjadi," ujar Idham.
Bagikan