JT - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurto Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa pihaknya memastikan keamanan sertifikat tanah elektronik tetap terjaga di tengah adanya sejumlah peretasan yang terjadi.
"Kami harus pastikan bahwa sistem pengamanan yang dimiliki oleh Kementerian ATR/BPN ini termasuk dalam kepengurusan sertifikat elektronik ini bisa tetap terjaga di tengah-tengah situasi yang kita tahu akhir-akhir ini banyak sekali ancaman cybercrime dan juga peretasan," kata Menteri ATR/Kepala BPN AHY di Gresik, Jawa Timur, Jumat.
Baca juga : Kementerian P2MI Gandeng Komdigi Awasi Iklan Lowongan Kerja Ilegal di Media Sosial
Menurut AHY, Kementerian ATR/BPN terus berfokus untuk memastikan keamanan sistem sertifikat elektronik mereka tetap terjaga di tengah ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat.
Dalam upaya untuk melindungi data dan integritas sistem, Kementerian ATR/BPN mengimplementasikan langkah-langkah keamanan yang ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan peretasan yang dapat mengganggu operasional dan kepercayaan publik terhadap sistem tersebut.
"Memang kita juga harus waspada karena kita menggunakan sistem digital, selalu ada kerentanan," ucap Menteri ATR.
Baca juga : BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Indonesia pada Senin
Menurut AHY, ancaman cybercrime harus diwaspadai, bukan hanya pada jajaran Kementerian ATR/BPN tetapi juga kementerian dan lembaga negara lainnya.
"Kami berharap Kementerian ATR/BPN termasuk lembaga-lembaga negara lainnya juga terus memperkuat sistemnya," ucap Menteri ATR.
Bagikan