JT - Tapanuli Trekking Tour (TTT) mengatakan program ekowisata di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara memiliki daya tarik atau berpotensi memikat turis asing yang mencari pengalaman autentik di alam liar.
"Wisata berbasis ekologi dapat menghadirkan pengalaman unik seperti tracking, birdwatching dan observasi satwa liar," ujar CEO Tapanuli Trekking Tour (TTT) Decky Chandrawan di Sipirok.
Baca juga : Air Asia Buka Rute Penerbangan ke Kupang
Decky mengatakan hutan Sumatera khususnya di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki keanekaragaman hayati yang menarik bagi turis mancanegara.
Lebih lanjut, ia mengatakan selain jalur tracking yang menantang, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies burung langka dan primata eksotis seperti Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang menjadi daya tarik utama bagi para penggemar konservasi dan fotografi alam.
"Pemanfaatan hutan sebagai destinasi ekowisata terbukti menjadi strategi efektif dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya.
Baca juga : Australia Tercatat sebagai Negara dengan Jumlah Kunjungan Terbesar ke Bali
Karena, warga setempat menjadi pemandu wisata profesional yang tidak hanya mengenal ekosistem hutan tetapi juga memahami budaya lokal.
Lalu, model homestay berbasis masyarakat sedang dikembangkan, memungkinkan wisatawan tinggal di rumah warga untuk pengalaman lebih autentik.
Bagikan